Tema dan Ayat Tahun 2012

TEMA :

MENJADI GEREJA YANG BERTUMBUH BERSAMA MASYARAKAT

Ayat Tahun 2012

Yesus Kristus berkata : " Kekuatan saya dibuat sempurna dalam kelemahan ".









Rabu, 21 Desember 2011

18 Desember 2011

TATA PANGUBAKTI REDITE IV RING MASA ADVENT
Redite,  18 Desember  2011
Olih : Pdt. I Made Dana, STh.

01. Persiapan lan Prosesi
       a. Kidung Pemabah                      :  Kidung  Pamuji  1  : 1 - 3
       b. Makta Lilin Theofani                 :  Penginjil I Wayan Waliya
       c. Makta Cakepan Suci                  :  Diaken I Made Adnyana
      d. Pdt. I Made Dana, STh.
      e. Majelis Lianan

02. Pengengkab                       :  Pdt. I Made Dana, STh.
Pendeta                             : Semeton Pesamuan, Ida Sang Hyang Widhi Wasa ledang rauh pabuat iraga. Sane mangkin iraga wenten ring ayun Idane. Ngiring ja iraga ngasorang dewek ring Ayun Idane, lan ngangken saha sesarengan inucap:

           Pendeta & Psm.               : Pitulungan iragane rauh saking Ida Sang Hyang Widi Wasa , sane  ngawentenang  akasa miwah pratiwi, Ida tetep setia ngantos selamin-laminipun.

    Pendeta                         :   Sutrepti rahayu saking  Ida Sang Hyang Widhi Wasa: Sang Aji,  Putra, miwah Ida Sang Roh Suci, pabuat Sameton.

       Pasamuan                                  :  Sutrepti rahayu taler pabuat  Semeton.

       Pendeta & Psm.              :  5   3   4   5   6    4   5
                                 A……………….....min
           
03. Sabda Pengengkab                        : Filipi 4 : 4 – 5
"Pada masuka renaja semeton setata sajeroning Ida Sang Panembahan. Malih wawanin tiang, pada masuka renaja!
Sinahangja solah semetone sane ayu marep ring sakancan anake lianan. Ida   Sang Panembahan gelis pacang rauh.
           
04. Makidung                                                  :  Kidung Pamuji  3 : 1 - 3
05. Ngewacen Kidung                                      :  Kidung  102 : 16 - 22
06. Pengestawan  Pabuat Alit-Alit Sekolah Minggu
07. Pengestawan Ngangken                            : Pdt. I Made Dana, STh.              
      Dosa

08. Makidung                                                   : Kidung Pamuji  75 : 1, 2, 4



09. Orti Panugrahan                                        : Yohanes 3 : 16
( Mesalam – salaman )
       Pituduh Urip Anyar                                                : Filipi 4 : 4 - 7
           
10. Makidung                                                   : Kidung Pamuji  54 : 1 , 4

11.  Ngastawa Pabuat Ngwacen                       : Pdt. I Made Dana, STh.
      CakepanSuci                                              : 2 Korintus 1 : 18 - 22
      Ngwacen Cakepan Suci                             : Penatua I Nyoman Raharja
Darma Wacana                                         : Pdt. I Made Dana, STh.
Mepepan                                                    : Istrumentalia

12.  Persembahan Pujian                                  : Persekutuan Kaum Bapak
13 . Pengangken Pengegan Rasuli                    : Diaken I Made Wahyu bagia
14.  Orti Pabuat Pasamuan                              :  Penginjil I Putu Agustinus
15. Ngastawa  Mewarna – Warni                     : Pdt. I Made Dana, STh.
16.  Aturan Pisungsung                                     : Ibrani 13 : 15
”Duaning punika, ngiring ja iraga tansah ngaturang papujian ring Ida Sang Hyang Wdi Yesus, inggih punika baos sane wetu saking bibih iragane tansah ngangkenin parab Idane ”

      Makidung                                                  : Kidung Pamuji  102  : 1 - sln

      Pengastawan Buat Aturan                        : Diaken Ni Putu Puspita

17.  Kidung Pamuput                                        : Kidung Pamuji  87 : 1 - 2

18.  Merta Swastiastu                                        : Pdt. I Made Dana, STh.

Pasamuan                                     Haleluya, haleluya, haleluya, haleluya, haleluya,  Amin, Amin, Amin

Selasa, 13 Desember 2011

Kidung Jemaat

KJ 252 – Batu Penjuru Gereja

do = d
4 ketuk

  1. Batu penjuru G’reja
    dan Dasar yang esa,
    yaitu Yesus Kristus,
    Pendiri umatNya.
    Dengan kurban darahNya
    Gereja ditebus;
    baptisan dan firmanNya
    membuatnya kudus.
  2. Terpanggil dari bangsa
    seluruh dunia,
    manunggallah Gereja
    ber-Tuhan Yang Esa.
    Aneka kurnianya,
    esa baptisannya,
    esa perjamuannya,
    esa harapannya.
  3. Dilanda perpecahan
    dan faham yang sesat,
    jemaat diresahkan
    tekanan yang berat.
    Kaum kudus menyerukan,
    “Berapa lamakah?”
    Akhirnya malam duka
    diganti t’rang cerah.
  4. Gereja takkan punah
    selama-lamanya,
    dibimbing tangan Tuhan,
    dibela kasihNya.
    Ditantang pengkhianat
    dan banyak musuhnya,
    bertahanlah jemaat
    dan jaya mulia.
  5. Di dalam pencobaan
    dan perjuangannya
    dinantikannya zaman
    sejahtera baka.
    Di mata tercerminkan
    Gereja yang menang
    mencapai perhentian
    sentosa cemerlang.
  6. Gereja yang di sorga
    dan yang di dunia
    bersatu dalam Tuhan,
    Ketiga Yang Esa.
    Ya Tuhan, b’ri anugerah,
    supaya kami pun
    Engkau tempatkan juga
    kekal di rumahMu.

Tuhan Allah Hadir - KJ 17



Tuhan Allah hadir pada saat ini. Hai sembah sujud di sini.

Diam dengan hormat, tubuh serta jiwa, tunduklah menghadap Dia.

Marilah, umat-Nya, hatimu serahkan dalam kerendahan.



Tuhan Allah hadir, Yang dimuliakan dalam sorga siang-malam.

“Suci, suci, suci” untuk selamanya dinyanyikan malak sorga.

Ya Allah, t'rimalah pujian jemaat beserta malaikat.



Kami menanggalkan hasrat sia-sia, keinginan manusia;

Jiwa-raga kami, hidup seluruhnya, Tuhan, Engkaulah yang empunya.

Dikaulah, Yang Esa, patut dimuliakan seberhana alam.



Raja yang mulia, biarlah hamba-Mu mengagungkan-Mu selalu,

hingga aku ini sungguh beribadat sama seperti malaikat,

dan benar mendengar firman-Mu, ya Tuhan, agar kulakukan!



Kau bagai udara sumber kehidupan dan tempat gerak semua.

Laut tak terhingga, buatlah diriku layak menyelami Dikau:

Kau penuh dalamku, aku di dalam-Mu: Kau kerinduanku!



Surya Mahasuci, biarlah cah’ya-Mu hangat menyentuh wajahku.

Bagai kuntum bunga, bila disinari, memekar ke matahari,

‘ku telah berserah: biar Kau berkarya dalam segalanya.



Jadikanlah aku hamba bersahaja dalam damai dan sejaht'ra.

Sucikanlah aku, agar Kau kupandang dalam roh dan kebenaran.

Arahku pada-Mu: wajah-Mu kucari kini dan abadi.





KJ 119 – Hai Dunia, Gembiralah

do = d
2 ketuk

  1. Hai dunia, gembiralah
    dan sambut Rajamu!
    Di hatimu terimalah!
    Bersama bersyukur,
    bersama bersyukur,
    bersama-sama bersyukur!
  2. Hai dunia, elukanlah
    Rajamu, Penebus!
    Hai bumi, laut,
    gunung, lembah,
    bersoraklah terus,
    bersoraklah terus,
    bersorak-soraklah terus!
  3. Janganlah dosa menetap
    di ladang dunia.
    Sejahtera
    penuh berkat
    berlimpah s’lamanya,
    berlimpah s’lamanya,
    berlimpah-limpah s’lamanya.
  4. Dialah Raja semesta,
    benar dan mulia.
    Masyhurkanlah,
    hai dunia,
    besar anug’rahNya,
    besar anug’rahNya,
    besar, besar anug’rahNya.





KJ 337 – Betapa Kita Tidak Bersyukur

do = d
4 ketuk

  1. Betapa kita tidak bersyukur
    bertanah air kaya dan subur;
    lautnya luas, gunungnya megah,
    menghijau padang, bukit dan lembah.

Refrein:
Itu semua berkat karunia Allah
yang Agung, Mahakuasa;
itu semua berkat karunia Allah
yang Agung, Mahakuasa.



  1. Alangkah indah pagi merekah
    bermandi cah’ya surya nan cerah,
    ditingkah kicau burung tak henti,
    bunga pun bangkit harum berseri.

Refrein:
Itu semua berkat karunia Allah
yang Agung, Mahakuasa;
itu semua berkat karunia Allah
yang Agung, Mahakuasa.



  1. Bumi yang hijau, langitnya terang,
    berpadu dalam warna cemerlang;
    indah jelita, damai dan teduh,
    persada kita jaya dan teguh.

Refrein:
Itu semua berkat karunia Allah
yang Agung, Mahakuasa;
itu semua berkat karunia Allah
yang Agung, Mahakuasa.





KJ 426 - Kita Harus Membawa Berita

1. Kita harus membawa berita pada dunia dalam gelap
tentang kebenaran dan kasih dan damai yang menetap,
dan damai yang menetap.


Reff:
Karna g'lap jadi remang pagi, dan remang jadi siang t'rang.
Kuasa Kristus 'kan nyatalah, rahmani dan cemerlang.


2. Kita harus menyanyikan gita melembutkan hati keras,
supaya senjata Iblis remuk dan seg'ra lepas,
remuk dan seg'ra lepas.


Reff:
Karna g'lap jadi remang pagi, dan remang jadi siang t'rang.
Kuasa Kristus 'kan nyatalah, rahmani dan cemerlang.


3. Kita harus membawa berita: Allah itu kasih belas.
Dib'rikan Putra tunggalNya, supaya kita lepas,
supaya kita lepas.


Reff:
Karna g'lap jadi remang pagi, dan remang jadi siang t'rang.
Kuasa Kristus 'kan nyatalah, rahmani dan cemerlang.


4. Kita harus bersaksi di dunia tentang kuasa darah kudus.
Semoga yang masih sangsi terima Sang Penebus,
Terima Sang Penebus.


Reff:
Karna g'lap jadi remang pagi, dan remang jadi siang t'rang.
Kuasa Kristus 'kan nyatalah, rahmani dan cemerlang.





FLC / PERMUT

SEKILAS TENTANG FLC

Fellowship Least Coin (FLC) = Persembahan Mata Uang Terkecil (PERMUT) terbentuk karena berdasarkan pengalaman pahit yang dialami oleh  Shanti Salomon.

Shanti Salomon adalah seorang wanita yang beriman, seorang wanita yang belajar dari keberanian orang tuanya menjadi pengikut KRISTUS. Ayahnya seorang pegawai pertanian di sebuah kota di India Utara, dan hanya dia yang menjadi Kristen di antara keluarganya. Shanti lahir pada bulan Juni 1920. Nama Shanti yang berarti DAMAI, dia tidak pernah mengalaminya, kenapa? Karena hanya enam minggu sesudah kelahirannya, ayah Shanti mati keracunan, dan meninggal dunia dengan meninggalkan 3 anaknya piatu bersama ibunya. Ibu Shanti adalah seorang Kristen, di antara keluarganya yang masih beragama Hindu. Keluarga ibunya memberikan ancaman-ancaman agar Ibu Shanti kembali keagama Hindu. Dengan hanya memiliki 3 rupiah ditangannya, dan Shanti dalam pelukannya, Ibu Shanti meninggalkan rumah keluarganya dan meminta pertolongan pada Kantor Methodist di Budaun dan menjadi Guru Sekolah Dasar.

Ketika Shanti dewasa, mengikuti jejak ibunya berdedikasi dalam panggilan iman Kristiani dan profesinya sebagai seorang guru.  Setelah bergabung menjadi Staff All Saint College di Naini Tal, tahun 1950 menikah. Setelah 10 tahun perkawinan mereka, suami Shanti jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit. Pada masa itulah Shanti melihat suatu penglihatan, bahwa ia bersama perempuan-perempuan yang lain berdoa untuk kesehatan suaminya, yang disinari oleh suatu lampu bercahaya. Ia mendengar perkataan TUHAN dan ia tidak melawan kehendak TUHAN bahwa suami Shanti tidak akan hidup lama, karena TUHAN menginginkan Shanti agar mempergunakan talenta-talentanya demi kemuliaan TUHAN. Shanti berkata, saya berontak, saya tidak ingin menerima panggilan tersebut. Sesudah berdoa, perempuan-perempuan yang bersama Shanti meyakinkan penglihatannya. Dengan seluruh hati Shanti berontak, Shanti kembali berada di samping tempat tidur suaminya, walaupun suaminya lumpuh. Shanti yakin bahwa dengan menerima PANGGILAN TUHAN, TUHAN akan memberkatinya dan ia tidak akan kekurangan sesuatu apapun. Tak lama kemudian suami Shanti meninggal dunia.

Ketika Shanti sedang mengurus pemakaman suaminya, Shanti menerima telepon dari Rev. Bob Alter yang menunjuk Shanti sebagai Direktur Departemen Sastra di Sinode United Church of North India (UCNI) di Mainpuri, India. Tahun 1965 Shanti diundang oleh  UCNI untuk memulai Program Perempuan di mana program tersebut harus menjadi program yang dibiayai sendiri.

Tahun 1971 Shanti terpilih menjadi Executive Secretary ACWC selama 12 tahun. Kemudian Shanti berhasil membentuk Komisi Perempuan India dan Persatuan Pendeta Perempuan India. Tahun 1980 Shanti dipilih menjadi Executive Committee WARC pada General Assembly WARC di Nairobi-Kenya. Akhirnya Shanti Salomon menjadi Wakil Presiden WARC yang selalu mengadakan Pelatihan-pelatihan Kepemimpinan Perempuan. Tahun 1988 Shanti Salomon diberi penghargaan Doctor of Divinity Honoris Causa oleh Academy of Ecumenical India Theology dan Church Administration di Madras, India.            

Pada waktu Shanti menjadi Executive Secretary ACWC mewujudkan idenya untuk membentuk FELLOWSHIP LEAST COIN  (FLC) = PERSEKUTUAN MATA UANG TERKECIL (PERMUT) yaitu pengumpulan uang-uang terkecil, sisa uang belanja yang biasa diabaikan oleh ibu-ibu rumah tangga. Karena uang-uang kecil tersebut kalau dikumpulkan jumlahnya akan menjadi besar dan bisa digunakan dalam waktu-waktu emergency.



BAGAIMANA CARA PENGUMPULAN PERMUT?

Dalam rumah tangga, biasanya yang mengatur uang keluarga adalah ibu-ibu. Sehari-hari ibu-ibu belanja untuk kebutuhan keluarga, pasti mempunyai sisa uang-uang kecil (misalnya: Rp. 100,-; Rp. 500,-; atau Rp. 1.000,-). Waktu itu, Shanti Salomon menghimbau ibu-ibu di India, agar jangan membuang uang-uang kecil tersebut, melainkan dikumpulkan untuk ditabung. Karena dari kumpulan uang kecil-kecil tersebut akan menjadi uang yang besar jumlahnya dan dipergunakan untuk Program Kemanusiaan.





TUJUAN PENGUMPULAN MATA UANG TERKECIL:

  1. untuk membiayai program pelatihan-pelatihan kepemimpinan perempuan atau untuk program pemberdayaan perempuan.
  2. untuk membiayai program kemanusiaan akibat peperangan, bencana alam dan korban ketidakadilan.



LAMBANG FLC:

Gambaran 6 tangan yang berdoa adalah lambang tangan-tangan perempuan dari 6 arah angin, yaitu: Timur, Barat, Selatan, Utara, Barat Daya, Tenggara. Tangan-tangan yang diberi energi oleh TUHAN mengumpulkan coin-coin kecil untuk membantu pemberdayaan perempuan-perempuan dan  membiayai program-program kemanusiaan akibat peperangan, bencana alam dan membantu korban ketidakadilan.