Tema dan Ayat Tahun 2012

TEMA :

MENJADI GEREJA YANG BERTUMBUH BERSAMA MASYARAKAT

Ayat Tahun 2012

Yesus Kristus berkata : " Kekuatan saya dibuat sempurna dalam kelemahan ".









Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Juli 2012


Menjadi Sebuah Rumah untuk Allah



Rumah merupakan tempat tinggal yang aman. Setiap orang mendambakan sebuah rumah tempat berteduh. Di dalam rumah, anggotanya dapat saling mengasihi. Rumah itu juga dapat memberi suasana damai. Dari rumah orang pergi untuk bekerja, dan kerumah itu orang dating untuk beristirahat. Rumah juga memberi prestise, harga diri bagi seseorang, disamping itu ada juga orang gembel yang tidak punya rumah. Bagaimana membangun sebuah rumah, baik yang besar maupun yang sederhana, setiap orang tahu. Disamping mengumpulkan modal, mereka juga harus mengumpulkan materi-materi, dari menggali dasar sampai memasang atapnya. Pokoknya betapa pentingnya sebuah rumah. Dari contoh diatas kita mau menangkap apa yang menjadi isi kedua bagian firman Tuhanhari ini, yang masing-masing menyebut rumah. Daniel didalam seruannya meminta kepada Tuhan, agar Ia memulihkan rumahnya. Tempat tinggal Allah bertahta dan disembah. Dapat juga dipahami , agar Tuhan tinggal dan menyertai serta memelihara Daniel dan umat-nya. Sebab tanpa Dia, Umatnya tidak dapat berbuat apa-ap. Hanya oleh kasih saying Allah, Manusia dapat hidup. Permohonan ini semakin jelas, ketika Resul Paulus berucap :” Kalianpun dibangun menjadi sebuah rumah untuk Allah. “ Setiap orang percaya dibangun menjadi tempat tinggal dan bangunan Tuhan. Umat kepemujaan-nya, mau dijadikan tempat tinggal. Allah didalam roh kudusmau diam didalam rumah yang dibangun-nya sendiri. Oleh karena itubagi setiap orang percaya, betapa pentingnya, untuk terus memohon agar Tuhan mau tinggal didalam rumah-nya guna memberi kesejukan dan keteduhan. Setiap orang percaya patut senantiasa menjadi seorang tuan rumah yang menyambut kedatangan tamunyamereka agar dapat menjadi, bagaikan rumah dimana tamunya yaitu Tuhan dapat tinggal dan memerintah hidupnya. Agar semuanya terjadi, kita patut memohon didalam doa.



Air, Angin tunduk Pada-Nya



Disekitar kita ada air, ombak dan angin. Manusia tidak dapat hidup tanpa air. Bagi yang haus, rindu untuk mendapat air agar menjadi lega dan puas. Wajah yang kotor patut dibersihkan dengan air. Begitu juga tumbuh-tumbuhan ! sangat mendambakan adanya hujan atau air yang mengalir, kita melihat adanya daun yang hijau dan subur oleh karena adanya air. Demikian juga sebaliknya, ala mini menjadi kering tanpa air. Jadi betapa pentingnya airdalam kehidupan ini. Baik bagi manusia maupun alam ini. Demikian pula angin. Entah darimana datangnya dan kemana arahnya, kita tidak tahu. Ketikakita mengalami kepanasan, Datangnya angina bertiup sepoi-sepoi, membuat tubuh kita segar. Bagaimana kalau ada angina rebut Tidak apa-apa. Memang dapat merusak , merobohkan rumah dan membuat pohon-pohon tumbang dsb. Tetapi dapatkah manusia mengaturnya ? Tidak ! Semua itu diciptakan oeleh tuhan sendiri. Alam ciptaan termasuk juga manusia dijadikan oleh Tuhan. Sari kedua bagian ayat kitab suci ini diungkapkan dengan jalan, betapa ala mini tunduk kepada-nya. Walaupun ala mini mempunyai fungsidan kekuatan yang dahsyat, tetapi dia yang menciptakannya amat dahsyat ! tidak ada yang dapat menandinginya. “ Yesus bangun lalu membentuk angin itu, dan berkata kepada danau, “ Diam, tenanglah ! anginpun reda, dan danau menjadi sangat tenang “. Rupanya angina dan danau punya punya telinga  dan perasaan !Mereka bisa merasa, bukan merasa bisa ! kadang-kadang manusia dikalahkan oleh angin dan danau, sering hanya merasa bisa, dan tidak bisa merasa. Tidak takut dan tunduk kepada suara Tuhan. Dari sini kita juga dapat belajar. Air angin dapat tunduk dan takut kepada Tuhan. Mengapa manusia tidak ? Diam, dan tenanglah! Agungkan nama Tuhan. Dia pencipta ala mini, kitapun dijadikan oleh-nya : Dengarlah sabdanya, dan lakukan itu didalam kehidupan tiap hari ! “ sesal kematian , tidak ada gunanya “.

Tangan Tuhan Adil





Segala sesuatu ada batasnya, hidupmanusia ada batasnya. Ada batas panjang dan lebar, tinggi, rendah, besar dan kecil, ada batas jauh dan dekat, lama dan baru dst.Berbicara soal tangan, ada jangkauan tangan yang panjang, juga ada jangkauan yang pendek. Semuanya ada batasnya. Namun dari kesaksianFirman Tuhan, kita menduga sesuatu yang lain. Tidak ada istilahkurang. Tidak kedapatan sesuatu yang terbatas, semuanya umat sempurna dan lengkap. Nabi Yesayamengatakan :” Sesungguhnya tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamtkan dan pendengarannya tidak kurang tajamuntuk mendengar…….” Dia menjangkau sampai dimanapu. Tidak ada yang tidak tercapai dan tersentuh ! juga tidak ada yang tersembunyi dan dapat disembunyikan. Seberapapun jauh dan dalamnya, terjamah olehnya ! Oleh karena itu apakah kita mau menjauh dan menghindar daripada-nya? Tidak bisa, Dia tidak dapat dipisahkan oleh apapun. Juga tidak bisa dibatasi  oleh siapapun. Tangan Tuhan yang mau memegang dan menyelamtkan setiap orang yang akan jatuh. Bagi setiap orang yang mau dating dan percaya kepadanyamau dipegang dan ditolongnya. Pertongannya tidak pandang bulu, suku bangsa dan bahasa. Tangan Tuhan adil, tangannya terbuka untuk semua orang, tanpa kecuali. Besar-kecil, tua-muda, laki-perempuan, kaya-miskin, hanya satu persoalan, sebagaimana yang ditulis Firman Tuhan : “ yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu, ialah segala kejahatanmu…...” Secara tegas dikatakan, hanya orang-orang yang jahat yang tidak akan menerimauluran tangan Tuhan yang adil. Artinya Tuhan tidak pernah menolak siapapun , kecuali orang yang mau berdiri berbuat jahat kaum pada Tuhan tidak ada rancangan yang jahat. Dia selalu membuka tangan-nya untuk mengasihi siapa saja. Dia maha adil, tahuhak dan tanggung jawab. Hak Tuhan dalah agar dia dimuliakan, disembah dan diagungkan. Tanggung jawab-nya adalah dia rela dating kedunia melalui yesus kristus, melalui salib-nya untuk mengampuni dan menyelamatkan yang jahat, Tangannya menjangkau hidup manusia.Tangan Tuhan Terbuka dan adil.


Rabu, 07 Maret 2012

Kasih Setia Seorang Bapa

Kasih Setia Seorang Bapa 

Figur seorang bapa,tidak asing lagi setiap orang. Dia tidak hanya berfungsi bagi seorang istri atau kepala rumah tangga. Seorang bapa mempunyai tanggung jawab yang penuh terhadap kebahagiaan seluruh anggota keluarga. Kebahagian seorang istri dan juga terjaminnya kehidupan masa depan anak-anak . Sebelum anak-anak menangis kelaparan, seorang bapa sudah terlebih dahulu menyiapkan keperluannya. Tidak cukup hanya memikirkan apa yang menjadi isi perutnya, tapi juga memenuhi kebutuhan rohani, agar anak-anak menjadi baik dan berbakti kepada Tuhan dan sesama . Sejalan dengan ayat Minngu kita, Bapa yang baikadalah menyapa : “ Marilah”. Dia meminta anak-anaknya untuk datang, ketika lapar, letih, lesu dan berbeban berat. Mereka senantiasa disajikan kelegaan. Pokokny a tugas seorang Bapa, sungguh mulia. Rupanya itulah yang menjadi alasan, apa yang menjadi isi doa dari Sang Pemasmur. Dia sendiri sudah mengalami bagaimana kasih Tuhan di dalam hidupnya. Bagaimanapun pengalamannya, ternyata Tuhan  senantiasa mendapinginya dengankasih setia. Karena itu bagi Sang Pemasmur  tidak ada alasan untuk tidak meminta. Dan ketika dia memohon permohonannya tidak disia-siakanNya . Sang Pemasmur senantiasa merasakan hari-harinya dipenuhi sorak –sorai dan sukacita. Dan itu sangat jelas dalam doanya : “kenyangkanlah kami diwaktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami. Apa yang menjadi pengalaman Sang Pemasmur dipertegas lagi dalam pengajaran Tuhan Yesus: “Jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik, kepada anak-anakMu, apalagi Bapa-Mu yang disorga!. Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya. “Bapa di sorga, melampaui Bapa-Bapa di dunia ini . Memang kadang-kadang bapa di dunia ini berlaku jahat dan tidak bertanggung jawab kepada anak-anaknya. Tetapi Bapa yang di Sorga tidak pernah berhenti mengasihi. Dia selalu memanggil: “ Marilah Kepada-Ku” Dia senantiasa menyajikan kelegaan bagi mereka yang letih lesu dan berbeban berat. “Mari datanglah”










Kamis, 01 Maret 2012

Cerita 01

Pangkal Dari Cabang Yang Kokoh



Berbicara mengenai pohon, tidak ada yang asing. Dari akar , pangkal, pohon, cabang ranting, kita dapat mengenalnya dengan baik ! kita mengenal pohon beringin, pohon mangga dan pohon durian. Pohon-pohon ini dapat bertambah besar dan dapat memberi perlindungan. Katakanlah misalnya pohon beringin. Akarnya kokoh pangkalnya besar dan lebar, pohonnya besar juga cabang-cabangnya banyak serta daunnya rindang. Dapat menjadi perteduhan yang baik. Walaupun buahnya kecil-kecil tidak berguna untuk manusia. Berbeda dengan pohon durian atau mangga akarnya, pangkalnya juga batangnya kuat, dan besar sekaligus buahnya dapat berguna untuk manusia. Persoalannya baru di situ ! Ttapi yang menarik adalah peranan akar yang kokoh ! apabila akar tanaman sehat pastilah tanaman itu sehat dan dapat tumbuh dan berbuah dengan baik!Sama dengan gedung yang berdiri megah ! Pernahkah kita memikirkannya ? tidak ada yang lain, karena dasar dan pondasinya yang kokoh sehingga bangunan itu kuat dan tangguh. Gambaran diatas ini kita jadikan sebagai jembatan untuk dapat menghubungkan kesaksian firman Tuhan hari ini ! melalui mulut nabi Yesus, Tuhan mau menegaskan, bahwa melalui Isai, akan dating seorang juru selawat. Dia yang kuat dan kokoh, tempat manusia untuk berlundung. Dan yang lebih menarik membuat ini tidak hanya berlaku untuk bangsa-bangsa, pada zaman nabi Yesus. Tetapi juga bagi semua umat manusia. Rasul Paulus mengatakan, ….. “ kamu sebagai tunas biar telah dicangkokan ……, dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah …. “ Pangkal dan cabang yang kokoh ini melindungi semua umat manusia. Jadi memang tidak ada jasa-jasa apapun pada diri manusia. Hanya oleh karena kekuatan kasih dari tanah dan pangkal Isai. Dialah yang telah menopang dan memberi kekuatan.